SITUS PERAHU KUNO
Jejak kejayaan maritim Nusantara abad ke-7 — perahu kayu tertua di Indonesia, lebih tua dari Candi Borobudur.
Dusun Jetakbelah, Punjulharjo
Abad ke-7–8 Masehi
± 15 m × ± 4,6–5 m
Cagar Budaya (2022)
Sabtu, 26 Juli 2008
Lokal & Mancanegara
Tentang Situs Perahu Kuno
Situs Perahu Kuno Punjulharjo menyimpan salah satu bukti kejayaan maritim Nusantara paling berharga: sebuah perahu kayu berusia lebih dari 1.200 tahun. Berlokasi di Dusun Jetakbelah, Desa Punjulharjo, Kecamatan Rembang, situs ini berada sekitar 500 meter dari Pantai Karangjahe, di tengah kawasan tambak garam milik warga. Ditemukan secara tidak sengaja pada 2008, perahu ini kini diakui sebagai temuan perahu kuno paling utuh di Asia Tenggara sekaligus perahu kayu tertua yang pernah ditemukan di Indonesia.
Berdasarkan uji radiokarbon terhadap tali ijuknya, perahu berasal dari abad ke-7–8 Masehi — sezaman dengan pembangunan Candi Borobudur serta masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya dan Mataram Kuno. Keberadaannya menjadikan Punjulharjo bukan sekadar desa pesisir, melainkan saksi hidup ramainya jalur perdagangan laut Nusantara pada masa klasik.
Lokasi & Akses Menuju Situs
Kemudahan rute dan akses bagi para pelajar, peneliti, dan wisatawan sejarah.
Dari pusat Kota Rembang
ambil arah Lasem ± 6 km, lalu berbelok ke utara ± 1 km menuju Desa Punjulharjo.
Dari Pantai Karangjahe
hanya ± 500 meter — bisa berjalan kaki atau berkendara singkat (cocok satu paket kunjungan).
Dari Kota Semarang
± 125–134 km atau sekitar 3 jam via jalur Pantura.
Rute Dari Balai Desa
Dari Balai Desa belok kiri arah barat daya, lurus terus ± 500 meter.
Kronologi Penemuan
Jejak kronologis penemuan arkeologi maritim hingga proses pelestariannya.
Seorang warga menggali tambak garam; pada kedalaman ± 1,5–2 m cangkulnya mengenai kerangka perahu kayu besar yang masih relatif utuh (Sabtu, ± 07.30 WIB).
Balai Arkeologi Yogyakarta meneliti temuan; uji radiokarbon pada tali ijuk menunjukkan usia abad ke-7–8 Masehi.
Perendaman PEG (polyethylene glycol), pembuatan tanggul penahan air pasang & pengaman erosi. Ditangani oleh Balai Konservasi Borobudur.
Ahli maritim Pierre-Yves Manguin (EFEO, Prancis) turut mengkaji; belakangan dikaji ulang lewat rekonstruksi eksperimental oleh BRIN & akademisi Italia.
Resmi berubah dari “benda cagar budaya” menjadi “situs”, dengan pembagian zona inti, penyangga, dan pengembangan.
Museum mini diresmikan sebagai sarana edukasi penunjang.
Galeri Situs Perahu Kuno
Aktivitas pengunjung & keindahan alam di sekitar Situs Perahu Kuno.
Apa yang Membuatnya Istimewa
Keunikan konstruksi perkapalan purba dan pembuktian peradaban bahari bangsa Indonesia.
Perahu Kayu Tertua
Berasal dari abad ke-7–8 M berdasarkan penanggalan radiokarbon.
Terlengkap se-ASEAN
Lebih utuh dibanding temuan serupa di Sumatra, Malaysia, dan Filipina.
Teknik Papan Ikat
Teknik papan ikat/kupingan pengikat (sewn-plank): ijuk + pasak, tanpa paku.
Galangan Kuno
Terlihat tumbuku (ikat), gading (rangka), lunas, haluan, buritan.
Kayu Ulin (Kalimantan)
Kayu besi Kalimantan tahan air, bukti jaringan bahan lintas pulau.
Jalur Dagang Maritim
Kapal pelayaran jarak jauh antarpulau (Jawa-Sumatra-Sulawesi-Kalimantan) hingga luar.
Artefak yang Ditemukan
Benda-benda bersejarah pendukung muatan kapal yang ditemukan di sekitar kerangka perahu.
Kepala arca wanita batu berparas etnis Tionghoa.
Patahan tongkat kayu (kemando) ± 40 cm.
Tulang purba dari bagian awak kapal terdahulu.
Peralatan dapur & gerabah perlengkapan berlayar.
Muatan rempah-rempah penunjuk jalur dagang bahari.
Jelajahi Aktivitas
Klik kartu di kanan/kiri untuk memutar dan memfokuskan petualangan seru yang dapat Anda nikmati di destinasi kami.
Event & Kegiatan
Kegiatan berskala nasional and program edukasi yang berpusat di situs.
Pameran Temporer
Pameran temporer & kegiatan peringatan Hari Museum / Hari Purbakala.
Literasi Sejarah Pelajar
Kegiatan literasi dan edukasi sejarah bersama pelajar.
Kunjungan Peneliti
Kunjungan peneliti dalam & luar negeri.
Integrasi Budaya Rembang
Terintegrasi dengan agenda budaya Desa Wisata Punjulharjo & Dinbudpar Kab. Rembang.
Tata Kelola & Nilai Ekonomi
Sistem pemanfaatan cagar budaya secara lestari demi pemberdayaan masyarakat.
Sistem Pengelolaan Sinergis
Perlindungan cagar budaya di bawah pembinaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Rembang bersama instansi pelestarian; pemanfaatan wisata bersinergi dengan Pemerintah Desa Punjulharjo & BUMDes dalam kerangka Desa Wisata Punjulharjo. Sejak 2022 berstatus “situs” dengan zona inti, penyangga, dan pengembangan. Tiket masuk berkisar antara Rp 2.000 – Rp 5.000/orang (menyesuaikan kebijakan pengelola).
Didominasi oleh masyarakat umum, pelajar sekolah, dan mahasiswa.
Kedatangan wisatawan asing dari Belanda, Prancis, dan Jepang.
Tata kelola resmi terbagi menjadi zona inti, penyangga, dan pengembangan.
Perkiraan usia berdasarkan uji sampel laboratorium arkeologi.
Manfaat bagi Masyarakat
Sinergi pariwisata sejarah dalam memajukan peradaban edukasi dan perekonomian warga lokal.
Kebanggaan & Identitas
Warga menjadi penjaga warisan maritim bertaraf nasional & internasional.
Pusat Edukasi & Riset
Rujukan utama bagi pelajar, mahasiswa, dan peneliti lokal maupun asing.
Pelibatan Tenaga Lokal
Warga diperbantukan sebagai juru pelihara, pemandu wisata, and tim pengelola.
Sinergi Ekonomi
Mendorong pertumbuhan unit UMKM, homestay, dan kuliner pesisir.
Pelestarian Budaya
Status situs menjaga pelestarian tata ruang kawasan secara berkelanjutan.
Promosi Daerah
Mengangkat citra pariwisata Rembang di kancah sejarah purbakala nasional.
Selami Jejak Maritim Nusantara
Saksikan langsung perahu kuno berusia lebih dari 1.200 tahun dan rasakan kebesaran bangsa bahari kita. Lengkapi kunjunganmu dengan pesona Pantai Karangjahe di dekatnya.