Fortifikasi | Garam Iodium

Dipublikasikan pada 05 Aug 2026 oleh Yusuf
Fortifikasi | Garam Iodium

Iodium merupakan mineral esensial bagi tubuh manusia. Dalam tubuh manusia, iodium digunakan untuk memproduksi hormon tiroid. Tubuh manusia mengandung 15-20 mg iodium yang disimpan pada kelenjar tiroid di leher. Hormon tiroid bermanfaat untuk meregulasi metabolisme. Iodium khususnya berberan penting saat masa kehamilan dan fase awal hidup, karena mempengaruhi perkembangan otak bayi dan sistem saraf. 

Garam menjadi media penghantar iodium standar di seluruh dunia. Hal ini terjadi karena beberapa hal. Pertama, garam digunaakn setiap hari oleh semua orang dan merupakan hal pokok seluruh rumah tangga. Selanjutnya, garam diproduksi di beberapa tempat tertentu saja, yang memudahkan pengontrolan kualitas garam. Garam juga tidak mengalami perubahan rasa atau aroma saat dicampurkan oleh iodium. Harga garam yang murah juga menjadikannya lebih terjangkau. 

Landasan hukum dan aturan yang mengatur akan peningkatan kualitas garam ini ada di Keputusan Presiden No. 69 Tahun 1994, yang mewajibkan pengadaan dan peredaran garam beriodium untuk konsumsi manusia, ternak, dan industri. Kedua ada di Standar Nasional Indonesia (SNI), yang menetapkan kadar iodium minimal pada 30 ppm. Selain itu, peningkatan kualitas garam didukung oleh World Health Organisation (WHO) dan berpusat pada Universal Salt Iodization (USI). 

Fortifikasi garam ini dilakukan menggunakan bahan berupa garam, potasium iodida (KIO3), dan air suling, serta membutuhkan alat berupa wadah dan sendok. Langkah fortifikasi dilakukan dengan pertama mencampurkan air suling dan KIO3 dengan perbandingan 10:1 untuk membuat larutan KIO3 10%. Selanjutnya, garam dan larutan KIO3 10% dicampurkan dengan perbandigan 10:1. Campuran garam lalu dibiarkan mengering di bawah sinar matahari. 

Garam fortifikasi telah dibuat sesuai dengan instruksi diatas. Dengan mata telanjang, garam iodium akan terlihat sama persis dengan garam biasa. Hal yang dapat dilakukan untuk memperlihatkan perbedaannya adalah dengan melakukan uji iodium. Uji ini dilakukan dengan bahan garam iodium, nasi, dan air lemon, serta alat wadah dan sendok. Langkah pertama yang dilakukan adalah untuk meletakan sedikit nasi dan garam pada wadah lalu mencampurkannya. Tunggu beberapa saat sebelum meneteskan air lemon pada campuran nasi dan garam. Nasi akan mengalami perubahan warna menjadi biru/ungu kehitaman jika garam betul mengandung iodium. 

Sekian artikel ini dituliskan, semoga menjadi manfaat bagi pembaca.

Reaksi Pembaca

5 Kali Dilihat

Komentar (1)

Kebijakan Komentar: Sopan & Konstruktif

Kirim Komentar Anda

U
Ucup nih bos
1 week ago

Testing komentar

Balas Komentar Ucup nih bos

Balasan Anda akan ditayangkan langsung secara berjenjang di bawah.

Rekomendasi & Promo

Pantai Karang Jahe (KJB)

Pantai Karang Jahe (KJB)

Hamparan pasir putih dan ribuan pohon cemara rindang yang menyejukkan.

Kunjungi Destinasi →
Edu Park Situs Perahu Kuno

Edu Park Situs Perahu Kuno

Sisa peninggalan perahu kayu kuno termegah abad ke-7 hingga ke-8 di Asia Tenggara.

Pelajari Selengkapnya →
Program Adopsi Cemara Laut

Program Adopsi Cemara Laut

Kontribusi menjaga kelestarian pesisir pantai desa dengan mengadopsi pohon cemara laut.

Adopsi Sekarang →
Kumpulan Video Wisata

Kumpulan Video Wisata

Tonton dokumentasi seru dan keindahan alam pesisir Pantai Punjulharjo secara langsung.

Tonton Video →
Dokumen Desa

Dokumen Desa

Unduh dan baca dokumen resmi, regulasi, SK, serta paket wisata Desa Wisata Punjulharjo.

Buka Dokumen →