Pelatihan Pengolahan Cocopeat Menjadi Media Tanam Untuk Mendukung Pertanian dan Perekonomian Masyarakat Punjulharjo Rembang
Desa Punjulharjo/Rembang, 12 Agustus 2026
Salah satu upaya dalam mengoptimalkan pemanfaatan limbah sabut kelapa di sekitar Pantai Karang Jahe sekaligus mendorong praktik pertanian ramah lingkungan, telah diselenggarakan kegiatan Pelatihan Pembuatan Cocopeat sebagai Media Tanam Alami pada hari Rabu, 12 Agustus 2026 di Panggung Pantai Karang Jahe.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Laila Ismatul Ulya, Mahasiswa Biologi UNDIP yang saat ini sedang melakukan KKN Tematik di Desa Punjulharjo ini diikuti oleh 15 peserta yang terdiri dari Tim Pantai Karang Jahe, Rembang.
Kegiatan ini telah berjalan dengan lancar, tertib, dan sesuai dengan jadwal yang direncanakan. Pelatihan bertujuan untuk memberikan pemahaman teknis serta keterampilan kepada peserta dalam mengolah sabut kelapa yang belum terserap maksimal menjadi cocopeat bernilai guna tinggi.
Rangkaian kegiatan ini dimulai dari pembukaan, materi, praktik bersama sekaligus sesi QnA, quiz dan dokumentasi/penutup. Peserta mendapat materi mengenai cara mengolah sabut kelapa mentah jadi cocopeat siap pakai, cara meminimalkan zat tanin & kadar garam, cara fermentasi agar media tanam kaya nutrisi, peluang bisnis & kemasan produk komersial. Antusiasme peserta terlihat tinggi dalam sesi diskusi, khususnya terkait potensi komersialisasi dan pengaplikasian cocopeat pada berbagai jenis tanaman hortikultura dan peluang ide bisnis di onlineshop. Kegiatan ditutup dengan penyerahan hadiah untuk 3 orang pemenang, pembagian sampel produk cocopeat hasil praktik, dan foto bersama seluruh peserta.

“Terimakasih kepada tim KKN Undip x Ivet yg sudah memberikan program pelatihan pengolahan serabut kelapa di pantai Karang Jahe, sehingga bisa mengurangi dan memberi nilai fungsi lebih sampah serabut kelapa... Selain bisa digunakan sebagai media tanam pembibitan sendiri di pantai Karang Jahe kedepannya mungkin cocopeat bisa memberi nilai jual dan menarik pengunjung yg membeli bibit cemara sekaligus media tanamnya.” Ucap Ibu Fikmah selaku pengelola pantai Karang Jahe.
“Pelatihan ini memberikan pengalaman dan pengetahuan baru bagi saya tentang cara memanfaatkan sabut kelapa yang sebelumnya dianggap sebagai limbah menjadi cocopeat yang memiliki banyak manfaat, terutama sebagai media tanam. Penyampaian materi dan praktiknya juga sangat mudah dipahami, sehingga saya bisa mengikuti kegiatan dengan baik. Selain menambah wawasan, kegiatan ini juga memberikan motivasi kepada saya bahwa limbah di sekitar kita ternyata bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bahkan memiliki nilai ekonomi.” Ucap Mas Farrel selaku peserta pelatihan.
Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya mendapatkan wawasan baru mengenai pengelolaan limbah organik menjadi produk yang bernilai ekonomis, tetapi juga terdorong untuk menerapkan prinsip pertanian berkelanjutan di lingkungan masing-masing, terutama di kawasan pantai Karang Jahe desa Punjulharjo.
Reaksi Pembaca
Komentar (0)
Kebijakan Komentar: Sopan & KonstruktifKirim Komentar Anda
Jadilah yang pertama berkomentar.
Rekomendasi & Promo
Pantai Karang Jahe (KJB)
Hamparan pasir putih dan ribuan pohon cemara rindang yang menyejukkan.
Kunjungi Destinasi →
Edu Park Situs Perahu Kuno
Sisa peninggalan perahu kayu kuno termegah abad ke-7 hingga ke-8 di Asia Tenggara.
Pelajari Selengkapnya →
Program Adopsi Cemara Laut
Kontribusi menjaga kelestarian pesisir pantai desa dengan mengadopsi pohon cemara laut.
Adopsi Sekarang →Kumpulan Video Wisata
Tonton dokumentasi seru dan keindahan alam pesisir Pantai Punjulharjo secara langsung.
Tonton Video →Dokumen Desa
Unduh dan baca dokumen resmi, regulasi, SK, serta paket wisata Desa Wisata Punjulharjo.
Buka Dokumen →